Oleh: bsulistioadi | Juli 31, 2008

“Menutup” celah pada Citra Landsat SLC-Off

Tulisan ini saya buat karena saya kuatir saya akan segera lupa algoritma sederhana yang baru saja saya tuliskan pada ERDAS Spatial Modeler untuk membantu “menutup” celah pada citra landsat SLC-Off. OK… untuk memudahkan pembaca akan saya jelaskan sedikit lebih rinci dari awal.

Landsat adalah satelit pembawa sensor untuk pengambilan gambar bumi kita yang telah beroperasi sejak 1978 (Landsat 1… kalau tidak salah…, kalau penasaran dengan sejarah landsat silakan buka http://landsat.usgs.gov/ selaku penguasa satelit ini). Saat ini, satelit yang masih beroperasi adalah Landsat 5 dan Landsat 7. Nah sensor pengambil gambar (citra) yang terpasang pada satelit Landsat 7 ini sejak akhir Mei 2003 mengalami kerusakan sehingga gambar yang dihasilkan selalu dihiasi dengan “striping” yang berasal dari sebagian baris sensor yang tidak berfungsi lagi. Oleh USGS, citra-citra yang diambil setelah tanggal ini disebut dengan citra yang bersifat “SLC-Off”. Contoh citra yang diambil dengan kondisi ini adalah sebagai berikut

Citra Mei 2008 (SLC-Off)
Citra Mei 2008 (SLC-Off)

Untuk”mengoreksi” celah yang timbul akibat kerusakan sensor pada satelit landsat 7, kita bisa menggunakan citra pada path/row yang sama yang diambil pada tanggal/tahun yang berbeda. Untuk contoh ini saya gunakan citra yang diambil pada Mei 2003. Secara tata waktu mungkin citra ini “terlalu tua”, namun citra ini saja lah yang mengandung informasi yang dapat digunakan untuk “menambal” garis-garis kosong pada citra Mei 2008 tadi. Perlu diingat bahwa penyedia data citra biasanya memberikan nilai (digital number/DN) = 0 untuk pixel-pixel yang mengalami “striping” alias tidak berisi data. Nah, nilai-nilai 0 inilah yang nantinya akan digantikan oleh nilai pixel yang berasal dari citra “penambal” yang satu lagi.

Untuk citra yang akan digunakan untuk “menambal” ditampilkan sebagai berikut:

Citra Mei 2003
Citra Mei 2003

Perlu diingat juga sebelum melakukan operasi ini, kita harus memastikan posisi geometris kedua citra sudah sama persis. Lakukan koreksi geometrik menggunakan titik ikat yang diukur di lapangan (mis: dengan menggunakan GPS saat survey) pada citra yang pertama, kemudian sesuaikan/koreksi posisi geometrik citra yang kedua berdasarkan hasil koreksi geometrik citra yang pertama sehingga diperoleh posisi geografis yang tepat sama untuk kedua citra. Setelah syarat ini dipenuhi, kita bisa mulai mencoba “menambal” citra yang bergaris ini.

Saya menggunakan ERDAS Imagine v9.1, tapi saya yakin versi yang lain tidak memiliki perbedaan dalam hal bahasa/perintah yang diimplementasikan dalam spatial modeler nya. Gambar berikut memuat algoritma sederhana yang digunakan dalam ERDAS Model Maker untuk melakukan proses ini. Gambar yang dimuat memang hanya menampilkan Function Definition pada model yang dibuat pada ERDAS Model Maker.

Conditional
Spatial Modeler: Conditional

Saat model dieksekusi, kita dapat memasukkan citra yang “bergaris” sebagai input pertama ($n2_PROMPT_USER) sementara citra yang utuh sebagai input yang kedua ($n3_PROMPT_USER). Tentukan nama dan lokasi citra sebagai output, dan hasilnya akan tampak seperti berikut:

Citra Landsat Mei 2008 (Hasil)

Citra Landsat Mei 2008 (Hasil)

Tentunya, pemilihan citra pengganti, tingkat akurasi koreksi geometrik dan kondisi lapangan sangat mempengaruhi ketepatan informasi yang dapat digali dari proses ini. Saya juga TIDAK MEREKOMENDASIKAN penggunaan teknik ini untuk pengolahan citra satelit yang melibatkan secara langsung digital number/DN ataupun nilai spektral asli dari citra satelit. Praktek ini dianjurkan hanya untuk identifikasi tutupan lahan, itupun harus dilihat dengan cermat kondisi di lapangannya melalui survey. Akhir kata, semoga catatan kecil ini berguna bagi pengguna ERDAS Imagine lainnya.

Referensi:
http://landsat.usgs.gov/products_slcoffdataproducts.php
http://gi.leica-geosystems.com/


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori