Renungan hari ini (30 Maret 2010) dari Rm I Sumarya SJ…
Sungguh mengingatkanku pada kerapuhan ku sendiri…
———————————–
———————————–
Renungan ini dikutip dari sumber aslinya di http://www.ekaristi.org/
http://www.ekaristi.org/artikel/sumarya.php?subaction=showfull&id=1269893541&archive=&start_from=&ucat=16&
Tuhan mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?
(Yes49:1-6 ; Yoh13:21-3336-38)
“Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”(Yoh13:36-38), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Pada hari ini ditampilkan dua rasul: Yudas Iskariot dan Petrus yang akan mengkhianati Yesus. Meskipun mereka telah kurang lebih tiga tahun dibina oleh Yesus, hidup bersama dengan Yesus, ternyata dapat jatuh juga alias mengingkari Yesus. Mungkinkah kita juga berkhianat seperti mereka? Mungkin kita tidak seperti Yudas Iskariot, tetapi seperti Petrus, maka marilah kita mawas diri. Hendaknya kita tidak sombong seperti Petrus, yang berkata “Aku akan memberikan nyawaku bagiMu”. Memberikan nyawa bagi Yesus berarti siap sedia untuk mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun, kapanpun dan dimanapun. Marilah kita renungkan sabda Yesus kepada Petrus: ”Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali”. Sebelum ayam berkokok berarti pagi-pagi buta, dimana kebanyakan orang masih tidur nyenyak. Di daerah kita, di Indonesia, pagi-pagi buta, sebelum ayam berkokok, kita dengar suara ‘adzan’ dari masjid, surau atau langgar, ajakan untuk berdoa dan memuliakan Tuhan.
Di antara kita kiranya ada yang merasa terganggu dan terbangun dari tidur serta kemudian mengeluh, menggerutu atau marah-marah. Jika kita berbuat demikian, hemat saya kita sama seperti Petrus. Maka dengan ini kami mengajak anda sekalian untuk menyadari dan menghayati kelemahan dan kerapuhan masing-masing. Secara khusus kami mengingatkan dan mengajak kita semua, jika di pagi hari mendengar suara ‘adzan’, marilah dengan rendah hati kita menyatukan diri dengan saudara-saudari kita, umat Islam, berdoa pagi bersama-sama. Lebih baik pagi hari itu bersyukur dan berdoa daripada mengeluh, marah-marah atau menggerutu.